fajarnews

Lima Jenis Burung Asal China dan Jepang Migrasi ke Gunung Ciremai

Redaksi : Andriyana | Senin, 29 Mei 2017 | 22:26 WIB

MUNADI
Nampak burung yang transit di Kawasan Gunung Ciremai, Elang Alap Cina sedang terbang di atas Gunung Ciremai.

Fajarnews.com, MAJALENGKA - Kawasan hutan konservasi Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terbukti masih memiliki kekayaan flora dan fauna serta keanekaragaman hayati. Bahkan, beberapa jenis burung dari mancanegara diketahui seringkali hinggap (transit) di Gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut.
    
Menurut Divisi Humas TNGC, Agus Yudantara beserta Polisi Hutan, Dadan, ada  sekitar lima jenis burung (Raptor) yang melakukan migrasi ke Indonesia, tepatnya di Kawasan TNGC. 

Kelima Jenis burung itu yakni, Sikep Madu Asia (Pernis Ptylorhinchus), Elang Alap Cina (Accipiter soloensis). Kemudian Elang Alap Nipon  (Accipiter gularis), Baza hitam (Aviceda leuphotes) dan Elang Kelabu (Butastus indicus)

"Kelima burung itu merupakan migran dari China dan Jepang menuju Australia, dan Gunung Ciremai merupakan tempat hinggap sementara (transit), begitupun sebaliknya," ungkap Agus pada awak media Senin (29/5).     

Menurutnya, migrasi burung merupakan kejadian langka yang terjadi dua kali dalam setahun, yaitu arus datang pada bulan September-November, dan arus balik pada bulan Maret-Mei.

Ketika masyarakat ingin melihat burung imigran dari Jepang dan China tersebut, lanjut Agus, bisa melihatnya melalui beberapa jalur pendakian, baik dari jalur Apuy, Kecamatan Argalingga Kabupaten Majalengka, maupun melalui jalur Palutungan, Kabupaten Kuningan.

"Biasa kita lihat di daerah Bintangot Cibeureum Cilimus, terus kearah barat sampai Majalengka. Sangiang, Sadarehe, Apuy Argalingga sampai Bantaragung dan Batuluhur," paparnya.
  

Sebelumnya, Bupati Majalengka H Sutrisno mengajak masyarakat maupun wisatawan untuk menikamati pesona alam Majalengka, khususnya keindahan panorama alam gunung Ciremai wilayah Majalengka.

"Saya berjanji akan terus mengembangkan sektor pariwisata, karena memang potensi alam yang ada di Majalengka sangat mendukung, apalagi dengan hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Saya berharap kegiatan pariwisata Majalengka dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat," imbuhnya.

MUNADI

Loading Komentar....