fajarnews

Wisata Waduk Bojongsari Akan Dibangun Monorel Mirip di Singapura

Redaksi : Iwan Surya Permana | Selasa, 2 Mei 2017 | 12:25 WIB

Abubakar
Komplek Waduk Bojongsari di Desa Bojongsari, Kecamatan Indramayu, dengan cat kuning Gedung Iptek Mutiara Bangsa, akan dibangun lagi dengan fasilitas monorel (mencuplik model kereta yang ada di Singapura) untuk mengelilingi waduk Bojongsari ini.*

 

Fajarnews.com, INDRAMAYU- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Budpar) Pemkab Indramayu, pada tahun 2017 ini berencana melengkapi kawasan wisata Gedung Iptek Mutiara Bangsa yang berada di kompleks Waduk Bojongsari, di Desa Bojongsari, Kecamatan Indramayu, dengan monorel. Monorel ini, merupakan konsep mirip kereta seperti di Singapura.

"Keberadaan monorel ini untuk mendukung wisata di komplek Waduk Bojongsari. Dimana, di sekitar gedung Iptek Mutiara Bangsa akan juga dibangun Teropong Bintang, yang direncanakan beroperasi mulai akhir tahun 2018 mendatang," tutur Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu, DR. H. Odang Kusmayadi, kepada fajarnews.com, Senin (1/5).

Menurut Odang, pembangunan stasiun monorel seperti di Singapura itu, akan dibangun mulai sekitar setelah pertengahan tahun 2017 ini hingga tahun 2018 mendatang.

"Dengan adanya monorel ini, praktis akan ada perluasan area untuk wisata Waduk Bojongsari ini. Adapun untuk yang sudah ada, seperti Gedung Mutiara Bangsa, pembangunan gedung ini seluas 2.000 meter persegi di atas lahan seluas 4 hektare. Nanti ditambah, gedung untuk Teropong Bintang juga," jelas Odang.

Disinggung soal anggaran yang disiapkan untuk pembangunan monorel ini, Odang belum mau menyebut secara rinci dana yang akan digelontorkan untuk pembangunan monorel ini.

"Kita mah, hanya mengusulkan, mencari bantuan sana-sini. Nanti, yang menggarap dan mendapatkan dana mah, Dinas PUPR. Kami tidak dilibatkan," kata Odang.

Namun yang pasti, Imbuh Odang, pihaknya terus bertekad untuk menggeliatkan sektor kepariwisataan pada tahun 2017 ini,  dengan mengoptimalkan pengembangan objek wisata potensial yang ada. Sehingga, pariwisata daerah Indramayu bisa menjadi sektor yang bisa diandalkan, untuk memberikan kontribusi terhadap pemasukan daerah.

"Dinas Kebudayaan dan Pariwisata ini,  ada dua fokus pengembangan objek wisata di Kabupaten Indramayu. Fokus pada dua agenda itu, yaitu wisata budaya dan wisata bahari. Keduanya memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan di Kabupaten Indramayu," jelasnya.

Sementara secara terpisah, Ketua DPRD Indramayu H. Taufik Hidayat SH, mengungkapkan, pihaknya mengakui, jika pembangunan sejumlah gedung dan fasilitas umum di Kabupaten Indramayu mandek, sehingga sampai saat ini belum bisa dirasakan manfaatnya. Seperti Gedung Mutiara Bangsa di Komplek Waduk Bojongsari, sudah hampir lima tahun lebih mandek.

"Gedung Mutiara Bangsa ini, diharapkan bisa menjadi tempat rekreasi atau wisata pendidikan. Di area Bojongsari ini, akan dibangun sejumlah fasilitas lainnya, seperti monorel dan Gedung Teropong Bintang," ungkapnya. (Abubakar)

Loading Komentar....