fajarnews

Menyusuri Bebatuan Kuno Taman Purbakala Cipari

Redaksi : Iwan Surya Permana | Kamis, 20 April 2017 | 08:05 WIB

Irgun
Bebatuan di Taman Purbakala Cipari Kuningan.*

 

Fajarnews.com, KUNINGAN- Jika Anda menginjakkan kaki di Situs Taman Purbakala Cipari maka rasanya seperti berada kembali ke zaman purbakala. Bebatuan besar tampak mengelilingi lokasi di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan dengan usia ratusan hingga ribuan tahun.

Seperti umumnya destinasi wisata di Kabupaten Kuningan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan selalu memperhatikan lokasi wisata dengan ditunjang infrasutruktur jalan yang mulus, sehingga membuat banyak wisatawan menyerbu Kuningan.

Lingkungan yang nyaman dan tidak begitu ramai, membuat lokasi ini sangat cocok sebagai wisata edukasi bagi anak sekolah. Walaupun terdapat di lingkugan pemukiman penduduk, lokasi ini begitu menyatu dengan alam yang masih tertata dengan baik. Pohon-pohon besar dibiarkan hidup sehingga kesan teduh ditunjang hawa sejuk khas Kuningan, membuat para pengunjung betah tinggal di sana.

Taman Purbakala Cipari ini berada tak jauh dari pusat kota Kuningan. Situs ini merupakan situs peninggalan megalitik di Kabupaten Kuningan. Juga diduga sebagai sebuah situs desa permukiman purbakala dengan karakateristik peninggalan bangunan megalitik, seperti kubur batu dan menhir.

Irgun
Tugu Taman Purbakala Cipari Kuningan.*

Situs seluas 700 m2 ini merupakan bagian dari areal Taman Purbakala Cipari yang memiliki luas 2.500 m2, sisanya merupakan lahan parkir dan rumah jaga. Situs Cipari merupakan bentuk pengembangan dan pemanfaatan situs purbakala yang berfungsi sebagai obyek wisata budaya sekaligus media pembinaan dan pengolahan jatidiri bangsa dan dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD).   

Berada pada ketinggian 661 meter dari permukaan laut, situs ini tepat berada di kaki Gunung Ciremai dan berjarak sekitar empat kilometer dari Kota Kuningan Jawa Barat.

Ketika memasuki area Taman Purbakala, Anda akan dibuat takjub oleh sejumlah peninggalan budaya yang nampak dari pintu gerbang (arah kiri ke kanan) akan dijumpai menhir dengan tatanan batu, kemudian gelang batu dan kapak batu, dua buah peti kubur, menhir dengan tatanan lempengan batu sekeliling di bagian tanahnya. Kondisi objek masih tetap sama dan sesuai dengan kondisi pertama kali ditemukan.

“Situs Cipari ditemukan pada 1972 dengan adanya sebuah peti kubur batu yang merupakan satu ciri dari kebudayaan masa prasejarah,” ujar seorang petugas cagar, Soma.

Lanjutnya, penelitian arkeologi secara sistematis, di bawah pimpinan Teguh Asmar yang dilakukan mulai 1975 menghasilkan temuan-temuan perkakas dapur, gerabah, perunggu, dan bekas-bekas pondasi bangunan. Situs ini terhitung cukup lengkap menggambarkan kehidupan masyarakat pada masa itu.

Selain menampilkan bebatuan purbakala, di lokasi ini juga terdapat museum yang berisi benda-bebda purbakala. Dalam museum itu terdapat banyak benda purbakala seperti kapak batu, gelang batu, kapak perunggu, gerabah, peti kubur batu, altar batu, menhir, meja batu dan banyak lainnya. (Irgun)

Loading Komentar....