fajarnews

Mengenang Sejarah Ki Syech Benting, Pembabat Alas Desa Bungko

Redaksi : Iwan Surya Permana | Rabu, 19 April 2017 | 20:50 WIB

Irgun
Pintu Masuk Situs Makam Ki Gede Bungko alias Ki Syech Benting yang terletak di Jalan Bungko, Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.*

 

Fajarnews.com, CIREBON- Cirebon memang tak hanya dikenal sebagai Kota Wali tetapi juga sebagai Kota Seribu Situs. Buktinya, di sejumlah tempat, tak sedikit dijumpai situs berlatar sejarah. Konon, setiap situs tersebut selalu ada kaitannya dengan sejarah berdirinya Kerajaan Islam Cirebon.

Salah satu situs yang sering dikunjungi, terutama di malam Jumat Kliwon adalah Situs Makam Ki Gede Bungko alias Ki Syech Benting yang terletak di Jalan Bungko, Desa Bungko, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon.

Jika Anda menyusuri lokasi makam keramat Ki Gede Bungko, maka Anda harus bersabar dan ekstra hati-hati karena jalanan yang akan dilalui tidaklah bersahabat sekitar 1 kilometer dari Jalan Raya Kapetakan menuju lokasi makam hingga bertemu papan penunjuk arah Makam Ki Gede Bungko.

Sekitar 500 meter dari papan penunjuk arah, Anda akan tiba di lokasi makam keramat. Sepi terasa. Tak ada pengunjung seorang pun saat fajarnews.com berkunjung di lokasi yang tak terlalu luas namun rimbun dengan pepohonan. Terasa teduh seusai melewati jalan di tengah teriknya matahari pantai.

-Irgun
Area pemakaman Ki Jaka.*

Tiba di gerbang masuk, seorang kakek tengah termangu dalam kesendirian. Sapaan ramah membuka pembicaraan kami. “Saya bukan juru kunci makam ini. Saya biasa bermain, duduk di sini,” ujar Kurdi, nama kakek tersebut.

Pertama yang dijumpai adalah kuburan panjang yang diperkirakan sekitar 2,4 meter. Kurdi menjelaskan, kuburan itu dikenal dengan Makam Dawa. “Makam ini adalah makam pengawal setia Ki Gede Bungko,” jelasnya.

Usai melewati Makam Dawa, terdapat dua bangunan menjadi satu. Satu bangunan terlihat jelas sebagai tempat makam sedang di depannya adalah bangunan memanjang yang sering digunakan pengunjung untuk berdoa.

Di tempat makam terdapat dua kuburan. Menurut Kurdi, makam itu bukan makan Ki Gede Bungko tetapi anak angkat Ki Bungko yang diberi nama Ki Jaka yang diasuhnya sejak masih kecil.

Kurdi meriwayatkan, sejarah Desa Bungko tidak terlepas dari Syekh Benting yang ditugaskan ke ujung utara Cirebon atau perbatasan Cirebon-Indramayu, di sebelah timur Desa Kapetakan.

“Syekh Benting ini ditugaskan Mbah Kuwu Sangkan untuk menjadikan sebuah wilayah atau suatu perkampungan yang disebut desa. Dulunya wilaya ini rawa-rawa dan hutan dari situlah Syekh Benting yang mendirikan Desa Bungko,” ujarnya.

Di situlah Syekh Benting memulai babad alas wilayah Bungko dengan menggunakan sebilah pedang dari ujung Krangkeng hingga Desa Muara.

Irgun
Area pemakaman Ki Jaka.*

Menurut sejarah, lanjut Kurdi, kegiatan pemerintahan desa diawali saat Syekh Benting mengangkat Ki Jaka menjadi kuwu ditambah perangkat desanya yaitu Ki Lebe Tawa, Ki Lambang, Ki Makam Dawa, dan yang menjadi kiyai atau ulama adalah Ki Tenun.

“Saat itulah wilayah Bungko pertama kalinya menjadi desa yang sekarang sudah dimekarkan menjadi Desa Bungko dan Desa Bungko Lor,” paparnya.

Sedangkan, kata Kurdi, Ki Gede Bungko setelah ditugaskan menjaga laut dari serangan Negara Syam hingga cerita kemudian tak terdengar lagi entah menghilang kemana. (Irgun)

Loading Komentar....