fajarnews

PHRI Kota Cirebon Minta Tata Kota Lebih Baik Lagi

Redaksi : Andriyana | Rabu, 28 Desember 2016 | 08:45 WIB

Ist
Ilustrasi

Fajarnews.com, CIREBON - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Cirebon meminta pemerintah lebih bersinergi dan aktif untuk mengembangkan seluruh potensi yang ada di kota maupun Kabupaten Cirebon.

Ketua PHRI Kota Cirebon, Imam Reza Hakiki mengatakan, sebenarnya setelah beroprasinya Tol Cipali, berdampak banyak ke Kota Cirebon. Dari segi pembangunan, di Cirebon hotel semakin menjamur dan  tentu saja wisatawanpun semakin banyak yang mengunjungi Cirebon.

Dikatakannya, karena ada jalan tol tersebut setiap akhir pekan okupansi hotel meningkat, tetapi pada hari kerja malah menurun. Sebab, orang-orang yang berbisnis tidak lagi memilih Cirebon sebagai kota transit, mereka lebih memilih langsung pulang ke Jakarta dengan akses yang cepat melalui Tol Cipali itu.

“Hotel masih boleh berdiri, tetapi tata kotanya harus berkembang juga bukan hanya hotelnya saja, kita bisa lihat sendiri, saat ini Kota Cirebon yang berkembang hanya pembangunan hotelnya saja. Intinya pemerintah daerah harus juga menata kotanya, hotel sebanyak apapun kalau tata kotanya baik tidak ada masalah,” ungkap Kiki sapaan akrabnya kepada fajarnews.com di Grand Tryas Hotel, Selasa (27/12).

Sementara itu Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata Kota Cirebon, Edi Tohidi saat ditemui pada kesempatan berbeda mengatakan, pengeluaran izin pendirian hotel baru akan disertai upaya mendongkrak tingkat kunjungan wisata.

Hal itu agar iklim usaha sektor perhotelan tidak mengalami kejenuhan. “Tak masalah hotelnya banyak, yang penting tingkat kunjungan wisatawannya juga bertambah banyak,” katanya.

Menurutnya, pemerintah Kota Cirebon akan tetap memberikan izin pembangunan hotel baru di wilayahnya pada 2017 mendatang meskipun memiliki keterbatasan lahan. Kebijakan tersebut mendapat banyak kritikan mengingat luas wilayah Kota Cirebon hanya sekitar 37 km2.

Alasan utama Pemkot Cirebon akan tetap memberikan izin untuk pendirian hotel baru sambung dia, adalah potensi peningkatan kunjungan wisatawan dari luar kota bisa semakin besar mengingat telah beroperasinya Tol Cikopo-Palimanan (Cipali). Kemudian akan hadirnya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka yang posisinya dekat dengan Kota Cirebon.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, jumlah hotel di Kota Cirebon saat ini sebanyak 74 hotel dan pada tahun 2016 Pemkot Cirebon melakukan pengujian terhadap 3 izin baru untuk pembangunan 1 hotel dan 2 guest house.

“Belum ada wacana untuk membatasi jumlah hotel [moratorium], sehingga pemberian izin hotel baru masih memungkinkan,” kata Edi.

MH. HIDAYAT

Loading Komentar....