fajarnews

Gotrasawala 2016 Akan Banyak Libatkan Seniman Lokal

Redaksi : Andriyana | Selasa, 9 Agustus 2016 | 22:34 WIB

Dok FC
Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar (kanan), Sultan Kasepuhan XIV, PRA Arief Natadiningrat (tengah) dan Wali Kota Cirebon, Nasruddin Aziz, bersama-sama memukul gong kecil menandai pembukaan Gotrasawala pada 30 Oktober 2015 lalu.

Fajarnews.com, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memastikan gelaran Gotrasawala 2016 di Cirebon akan lebih banyak melibatkan seniman dan budayawan lokal. Hal ini dilakukan untuk lebih menambah kekayaan dan khasanah budaya lokal dalam gelaran tersebut.

Untuk diketahui, Gotrasawala 2016 ini akan digelar pada 12-14 Agustus di Cirebon. Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar mengatakan, pada tiga gelaran Gotrasawala tahun-tahun sebelumnya, terjadi resistensi antara seniman lokal dengan panitia acara yang dianggap tidak mewakili kedaerahan.

"Dulu ada resistensi kenapa ada orang luar Cirebon bikin acara ini," kata Deddy saat jumpa pers gelaran Gotrasawala 2016, di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (9/8). Namun, kata Deddy, saat ini seniman dan budayawan lokal sudah terakomodasi dengan turut dilibatkan.

Bahkan, bukan hanya dari Cirebon saja, melainkan dari seluruh kawasan Ciayumajakuning (Cirebon-Indramayu-Majalengka-Kuningan). Deddy optimistis, perpaduan seniman dan budayawan ini akan menghasilkan karya yang luar biasa.

"Ini akan luar biasa dengan adanya hasil kolaborasi dengan seniman luar negeri," katanya. Menurut Deddy, dengan perpaduan ini, seni dan budaya lokal akan lebih dikenal lagi oleh dunia internasional.

"Bukan seni dan musik luar yang dikenal kita, tapi seni dan tari kita yang dikenal oleh orang lain," katanya.

Ketua Pelaksana Gotrasawala 2016, Franki Raden, mengatakan, pada Gotrasawala kali ini, seniman dan budayawan lokal diberi ruang yang besar untuk menampilkan hasil karyanya.

Dia menyebut, sedikitnya terdapat 15 seniman dan budayawan lokal yang akan menampilkan kreatifitasnya. Mereka di antaranya akan menampilkan Sintren (Cirebon), Ronggeng Ujungan (Majalengka), Tari Topeng (Cirebon), Tari Buyung (Kuningan), Tari Rara Roga (Indramayu), Pentas Imam Priatna (Cirebon), dan Wayang Orang (Cirebon).

Selain itu, kepanitiaan acara inipun menurutnya turut melibatkan warga lokal. "Seniman lokal mendapat formulanya yang ideal. Semua kesenian-kesenian dipilih dan ditentukan panitia lokal, yang mewakili lima kabupaten di sana," bebernya.

Pada Gotrasawala inipun, pihaknya fokus menampilkan kesenian wilayah pesisir. Dengan begitu, ajang kali ini diharapkan menjadi panggung pesta seni rakyat.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Agus Hanafiah mengatakan, gelaran Gotrasawala salah satunya bertujuan untuk melestarikan budaya lokal.

Menurutnya, salah satu penyebab punah budaya lokal adalah tidak adanya ruang yang diberikan untuk menampilkan berbagai kekayaan lokal tersebut.

IRWAN GUNAWAN

Loading Komentar....