fajarnews

Berburu Selfie dengan Lanskap Keindahan Alam Panembongan

Redaksi : Rosyidi | Rabu, 3 Februari 2016 | 13:15 WIB

SOPANDI
Mengabadikan keindahan alam Panembongan, sejumlah pengunjung melakukan swafoto atau selfie membelakangi wilayah kecamatan  Garawangi Selatan dan Kecamatan Ciniru.

Fajarnews.com, KUNINGAN– Jalan-jalan ke Kabupaten Kuningan akan banyak menyaksikan puluhan objek wisata. Selain objek wisata lawas yang hadir memanjakan pengujung sejak puluhan tahun lalu, kini hadir wisata baru, Objek Wisata Panembongan.

Belum diresmikan menjadi objek wisata di Kuningan, tetapi sejumlah pengunjung dari wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta mulai berdatangan meninjau lokasi itu.

Setiap akhir pekan dan hari libur, lokasi yang terletak kisaran 500 meter dari rumah penduduk Desa Tembong Kecamatan Garawangi, tepatnya dua kilometer dari Jl. Raya Lengkong Kecamatan Garawangi, kini ramai dipadati pengunjung.

Salah satu pengunjung dari Kabupaten Cirebon, Lukman (22) mengaku, dirinya penasaran dengan indahnya pemandangan Panembongan yang ada di media sosial. Berangkat dengan menggunakan GPS, Selasa (2/2) bersama rekan-rekannya, dia berhasil menemukan lokasi itu.

“Tahunya dari facebook, instagram dan media lainnya. Sering lihat yang selfie di lokasi ini, jadi penasaran,” katanya.

Salah satu pedagang di lokasi itu, Rati (40) menyebutkan, tidak hanya pengunjung lokal Kuningan, pengunjung dari wilayah Cirebon, Indramayu, Bandung dan Jakarta sering berkunjung ke lokasi itu. Di akhir pekan atau hari libur, jumlah pengunjung mencapai ratusan orang.

“Pas kemarin ada acara Inbox di Pandapa Kuningan, yang berkunjung kesini lebih banyak dari biasanya. Hampir seribu orang kata petugas di sini. Biasanya kan kisaran 200 orang,” kata Rati.

Selain siang hari, menurutnya, lokasi itu bisa dijadikan wisata alam pada malam hari. Pemandangan alam di malam hari tidak kalah menarik minat pengunjung untuk melakukan selfie atau kegiatan lainnya.

Menurutnya, pascadibuka Desember tahun lalu, lokasi itu kini tidak lagi menjadi kebun yang menakutkan.

“Dulunya kan kebun warga dan lahan perhutani. Baru di akhir tahun kemarin ada warga yang inisiatif menjadikan lokasi ini menjadi objek wisata. Termasuk nama Panembongan juga baru-baru ini dikenalnya, dulunya kan tidak ada nama itu. Adanya juga Gunung Bongkok atau Cibuyung,” tuturnya.

Lahan dengan luas dua hektar itu, kini dikelola oleh aktivis Karang Taruna Desa Tembong Kecamatan Garawangi. Sejumlah sarana dan prasarana untuk menunjang obejk wisata itu sedikit demi sedikit terus dikembangkan.

Mulai pembenahan jalan kurang lebih 500 meter dari pusat pemukiman warga menuju lokasi itu, fasilitas duduk dan tongkrongan serta penyediaan sejenis rumah pohon.

“Belum ada MCK dan tempat ibadah saja. Dan jalan juga belum bisa dilalui kendaraan kalau musim hujan seperti sekarang, lumayan licin,” kata salah satu aktivis Karang Taruna, Ade Suhendra.

Menurutnya, sarana prasarana di lokasi itu masih dibuat seadanya. Banyak masukan dari pengunjung, tapi belum bisa direalisasikan. Seperti pembuatan fasilitas rumah pohon, fasilitas outbond, sarana ibadah dan yang lainnya.

“Kalau kesan dan pesannya sangat baik. Mereka puas datang ke sini. Banyak masukannya masalah sarananya saja, karena masih terbatas,” tuturnya.

Ade menyebutkan, sejumlah wilayah yang bisa dilihat dari lokasi itu di antaranya, Bagian Selatan Kecamatan Garawangi, yaitu Desa Pakembangan, Desa Gewok, Desa Kadatuan, dan Desa Cirukem, kemudian seluruh wilayah Kecamatan Ciniru Kabupaten Kuningan.

“Termasuk wilayah Kecamatan Maleber dan Gunung di Kecamatan Ciwaru juga bisa terlihat. Sayup-sayup suara adzan atau alunan musik dari daerah Ciniru enak didengar pokoknya, Apalagi kalau malam hari,” tambahnya.*

 

SOPANDI

Loading Komentar....