fajarnews

Komunitas Forkonci, Lestarikan Sejarah Cirebon

Redaksi : Andriyana | Jumat, 10 Juli 2015 | 22:56 WIB

WIN
-

Fajarnews.com, CIREBON- Cirebon merupakan wilayah kecil yang menjadi ambang batas provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun dengan luas wilayah yang tidak besar, Cirebon menyimpan berbagai ratusan sejarah dan jutaan cerita di dalamnya.

Para masyarakatnya pun memandang Cirebon sebagai daerah istimewa dan memiliki karakter, sehingga Cirebon memiliki tempat tersendiri di hati mereka. Tak ayal, tak sedikit dari mereka menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan membentuk Forum Komunikasi Orang Cirebon (Forkoci).

Menurut Sekretaris Jenderal Forkoci, Moko menuturka, yang melatarbelakangi terbentuknya Forkoci adalah Cirebon sebagai salah satu daerah yang memiliki latar sejarah cukup panjang dan berpengaruh di tanah air.

"Cirebon juga banyak memiliki peninggalan sejarah, obyek wisata, cagar budaya, kerajinan, kesenian, dan kebudayaan. Cirebon letaknya sangat srategis berada di jalur pantai utara yang di lintasi jalan nasional atau biasa di sebut Cirebon sebagai Kota Transit," terangnya.

Moko menjelaskan dari wilayah Cirebon yang menjadi kota transit tersebut tidak menutup kemungkinan terjadi rawan sosial. "Maka atas dasar itulah didirikannya Forkoci dengan tekad semangat mengajak untuk mengenali, menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan apa yang dimiliki Cirebon kepada khalayak ramai luar kota sehingga Cirebon sebagai Kota tujuan wisata, jadi bukan sebagai Kota Transit lagi yang semula hanya di lalui saja, tapi ada kunjungan sebagai tujuan wisata," jelasnya.

Moko memaparkan Forkoci berawal dari grup jejaring sosial Facebook yang diresmikan pada 17 Juni 2011. "Seiring dengan sering diadakan kumpulan dengan anggota grup fb KOCI, maka semua pengurus dan anggota sependapat untuk menjadikan grup Kumpulan Orang Cirebon (Koci) ke arah yang lebih baik yaitu membentuk organisasi kepemudaan dengan nama Forum Komunikasi Cirebon (FORKOCI) yg bergerak dibidang seni budaya, pariwisata dan sosial masyarakat." paparnya.

 

Moko mengungkapkan, kegiatan Forkoci yang sering dilakukan adalah "Plesiran bareng Koci" ke beberapa tempat wisata yang menarik di Cirebon. "Setiap bulan di minggu pertama atau kedua, Forkoci selalu menggelar plesiran, kami mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan tempat wisata yang bayak dan jarang dikunjungi. Dari situ kami melihat Cirebon begitu kaya dengan potensi wisatanya dan menyampaikan informasi tersebut kepada rekan baik dalam atau luar Cirebon," ungkapnya.

 

Moko menjelaskan aja selain Plesiran, Forkoci juga menggelar silaturahmi atau kunjungan salah satu anggota Forkoci juga Pentas Seni Budaya Cirebon. "Silaturahmi digelar setiap setiap bulan di minggu ketiga atau keempat. Sedangkan untuk pentas seni, kami menggandeng para semiman untuk tampil dan mengenalkan Seni Budaya Cirebon kepada masyarakat maupun generasi muda setiap tahunnya. Selain itu ada bakti sosial, kuis Koci, dan sebagainya," jelasnya.

 

Moko berharap para anggota Forkoci bisa lebih bangga dengan kekayaan yang ada di Cirebon. "Kami berharap semua anggota Forkoci memiliki jiwa duta wisata, untuk mempromosikan Cirebon sebagai daerah yang kaya potensi wisata, dan target kami Cirebon menjadi daerah tujuan wisata pilihan," pungkas dia. (WIN)

 

Loading Komentar....